RSGC 2018 : Berbagi Semangat dalam Konservasi Antar Generasi

Upaya konservasi juga membutuhkan adanya berbagi proses pembelajaran antar para pelaku, dan antar generasi. Alih informasi, teknologi dan pengalaman antar generasi menjadi krusial mengingat “penggiat konservasi” belum sepenuhnya menjadi tujuan proses pembelajaran di banyak perguruan tinggi maupun lembaga konservasi.

Proses berbagi pembelajaran berisikan juga nilai keharmonisan yang dipegang oleh para leluhur di pulau sumatera. Keharmonisan tersebut tercermin dalam berbagai bentuk kearifan lokal antara manusia dengan alam sekitarnya termasuk satwa liar. Semangat berbagi tersebut terwadahi dalam konferensi yang bernama Rufford Small Grant Conference (RSGC) yang merupakan kegiatan pertama dari rangkaian kegiatan pekan harimau (Tiger Week )2018.

Konferensi ini diadakan dengan harapan bisa membangun kesepahaman arti penting kolaborasi para pemangku pihak dalam upaya konservasi di Sumatera. Selain itu, acara ini juga memberikan peluang untuk membangun jejaring kerjasama serta mengembangkan kegiatan di masa mendatang dengan pengetahuan, teknologi dan pendekatan terkini.

Irvan Prasetyo selaku koordinator Tiger Week 2018 menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Tiger Week diselenggarakan untuk menggugah kembali kesadaran kita tentang kearifan lokal yang mulai luntur. Seberapa banyak yang telah kita ketahui tentang kearifan yang dihasilkan dari kedalaman jiwa leluhur  dalam menghormati alam dan isinya termasuk harimau.

Laksmi Datu Bahaduri  dari Forum HarimauKita menjelaskan bahwa masyarakat di Sumatera memiliki peran penting dalam kelestarian Harimau dan hayati lainnya. Pembangunan semestinya selaras dengan konservasi dan melibatkan banyak pihak.

Sunarto  selaku pembicara utama yang berafiliasi dengan Forum HarimauKita dan WWF Indonesia memaparkan bahwa adanya kehancuran pada keanekaragam hayati seharusnya menjadi pelecut bagi kita untuk memunculkan gerakan-gerakan dan guardians. Kita harus menjadikan alam sebagai arena permainan, membangun jejaring terhadap sesama baik secara langsung maupun lewat media sosial.

Setiap proses konservasi harus menjadi enggagement sejak awal. Sehingga dapat menumbuhkan conservasionist guardians di setiap sektor komunitas. Harapannya dengan adanya kegiatan ini mampu menjadi picu untuk menjadikan Indonesia yang memiliki guardian-guardian untuk konservasi satwa dan alam kita.

Acara ini menjadi ajang bertukar informasi dan diskusi antara 16 penerima dana penelitian (grantees) Rufford dari Indonesia dengan 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, praktisi konservasi, akademisi, peneliti serta staf pemerintah.

Rufford Small Grants Conference (RSGC) berlangsung pada 23-24 Juli 2018 di gedung Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Tema yang diusung dalam kegiatan ini yakni “Strengthening Collaboration for Biodiversity Conservation“.

Tiger Week 2018 mengangkat tema “Kearifan Lokal untuk Konservasi Harimau Sumatera” dengan tagline Science, Nature and Culture. Kegiatan selama sepekan ini berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Kota Pariaman, Universitas Andalas, Disney Conservation Fund, Sumatran Tiger Project, GEF-UNDP, The Rufford Foundation, Fauna-Flora International – Indonesia Programme, Wildlife Conservation Society-Indonesia Program, WWF Indonesia, Zoological Society of London – Indonesia Program, Wander, Greeners, dan Warna Fm.

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *